KELUARGA YANG HIDUP DALAM PEMULIHAN
01 Februari 2020
Seringkali kita berpikir bahwa pemulihan atau penyembuhan adalah sebuah pencapaian dalam hidup beriman. Sederhananya karena saya sudah menjadi Kristen yang baik maka saya mendapatkan Anugerah pemulihan itu. Lalu kalau saya Kristen yang tidak baik maka yang terjadi sebaliknya. Pada dasarnya kita tahu bahwa karya Allah tidak bergerak seperti itu, Karya Allah bukan honor berbuat baik atau pahala.
Tetapi Karya Allah adalah Anugerah... Anugerah berarti bicara sesuatu yang dianugerahkan (diberikan) secara cuma-cuma. Lalu apa standart orang yang layak mendapatkan Anugerah, jawabnya kesetiaan
Kesetiaan untuk hidup dalam Rancangan-Nya, kesetiaan mengikuti ajaran-Nya. Mengalami Anugerah adalah mau setia dalam rancangan Allah. Itulah mengapa Yesus berkata:
"Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Mar 10:21).
Dan respon sang anak muda itu adalah kecewa dan sedih karena banyak hartanya. Response kesedihan itu tentu saja karena sang anak muda merasa rencana Allah tak sesuai dengan rancangannya. kita selalu ingin rancangan Allah sesuai dengan kita, dan tak jarang memaksakannya. Hal yang sama mungkin kita paksa kan juga kepada anggota keluarga kita.
Orang tua memaksakan rancangan nya pada anaknya, suami pada istrinya, dst. Padahal rancangan kita belum tentu rancangan Allah atas hidup mereka. Itulah mengapa Yesus berkata sukarlah memang untuk masuk kerajaan Allah (ay .24). Karena masuk kerajaan Allah berarti menemukan dan menghidupi rancangan Allah atas keluarga kita.
Jadi dapat disimpulkan pemulihan adalah proses perjalanan dalam menghidupi rancangan, Mengikuti rancangan Nya berarti mau melakukan kehendak Nya, setia pada ketetapan Nya, dan bersedia berkarya bagi sesama.
Jadikanlah Rancangan-Rancangan Allah sebagai yang terutama maka kita akan merasakan Pemulihan-Nya.
Download PDF
GKI Perumnas - Tangerang