Gembalaku Sahabat yang Baik
23 Juni 2022
Sahabat Menjadikan Kita "Pribadi yang Utuh"
Sahabat yang Baik. semua membutuhkannya. Manusia sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan support dan dukungan dari orang disekitarnya. Terutama di saat-saat terberat manusia akan mencari pertolongan dalam kehadiran orang-orang di sekitar kita. Kemampuan kita menemukan dan menjadi sahabat adalah langkah membuat kita menjadi utuh. A person become a person because people. (seseorang menjadi seseorang (utuh) karena orang lain)
Physical Distancing serta Social Attachment
Pandemi COVID 19 menginginkan kita untuk menjaga jarak fisik, bukan menjaga jarak sosial. Kehidupan sosial haruslah tetap berjalan dan perlu untuk tetap berjalan untuk menjaga kesehatan mental. Bahkan dalam kondisi berat seperti ini kelekatan sosial semakin dibutuhkan. Pada momen seperti ini: sapaan dirindukan, perhatian diperlukan, dan Belas Kasih dibutuhkan. Menunjukan Social Attachment itulah alasan Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki dalam Injil Markus. Karena Ia mau melekat dengan manusia. Ia mau melekat dengan kita, menjadi Sahabat yang menghadirkan kelegaan sapa, perhatian, dan Belas Kasih.
Sahabat Menuju Kelegaan
Mazmur 23 adalah mazmur peziarahan bangsa Israel, sebuah mazmur komunal. Dalam refleksi nya bangsa Israel melihat perjalanan Mesir- tanah perjanjian adalah peziarahan bersama yang dipimpin Allah sebagai Gembala yang baik. Gembala itu menjadi pemimpin menyediakan kebutuhan dan membawa mereka dalam kelegaan. Gembala itu adalah Sahabat Sejati mereka dan juga kita. Gembala menjadi gambar diri Allah yang khas dari Kekristenan, karena Allah bukan lagi Allah yang jauh, yang duduk di singgasana langit. Tetapi Ia menjadi allah yang dekat dengan kita dan menjadi Allah yang tinggal dan diam bersama kita. Dia tetap Allah yang berkuasa dan hadirkan pemenuhan, tetapi sekarang ia begitu dekat dan lekat. Selayaknya Sahabat di ujung Doa.
Komunitas Menuju Kelegaan
Gembala itu memimpin kawanan Domba ( komunitas). Komunitas yang berjalan bersama dalam pimpinan Allah. Komunitas yang dipimpin Allah tentu saja harus menghadirkan pembaruan dan dampak bagi sesamanya. Contohnya adalah seorang Anak laki-laki yang membawa 5 Roti dan 2 Ikan. Anak itu menjadi awal sebuah mukjizat besar. Seorang anak yang menunjukan belas kasihan, selayaknya yang dicontohkan oleh Sang Gembala. Percontohan Belas Kasih sang Anak itu menjadi awal dari Belas Kasih Allah. 5 Roti dan 2 ikan mengenyangkan perut 5000 orang laki laki bahkan sisa 12 bakul. Sang Gembala ingin kita juga bisa menjadi sahabat bagi komunitas lihat sang Anak yang membawa roti. Sang Gembala ingin kita mencontohkan dan menghidupi Belas Kasih yang Ia terlebih dahulu lakukan.
Kesimpulan
Kekristenan punya gambaran allah yang spesial yaitu: Gembala-ku dan Sahabat-ku. Allah yang dekat dan lekat dengan kita. Allah yang berbelas kasih dan memanggil kita untuk saling mengasihi. Allah yang diam di tengah kita selayaknya Gembala yang memimpin kita menembus lembah kekelaman. Tuhan Memberkati. Amin
Download PDF
GKI Perumnas - Tangerang