BPK Penabur yang Berani Berubah ! 2 Petrus 1:3-8
21 Juli 2022
Tagline “Berani Berubah” hadir dalam perjalanan pelayanan pendidikan di BPK PENABUR dengan menghayati situasi dunia yang berubah dengan sangat cepat. Rhenald Kasali menyebutnya sebagai disruption era. Dalam disrupsi yang begitu cepat, kita tidak hanya bisa sekadar sustain inovation tapi harus berpikir dengan cepat membaca “where we are” dan “Where we are going to”. Dr. Williard Dagget dalam The Learning Revolution (2011) memprediksi bahwa dunia yang akan ditinggali anak-anak akan berubah empat kali lebih cepat dari sekolah-sekolah mereka. Situasi pandemi covid 19 di tahun 2020 memaksa kita berinovasi meningkatkan proses pembelajaran dengan menggunakan zoom dan google meet. Proses pendidikan pun mengenal istilah daring atau online.
Pandemi membawa komunitas BPK PENABUR memasuki situasi baru yang membutuhkan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan di tengah situasi yang ada. BPK PENABUR dengan segera menyiapkan Guru-guru dengan berbagai pelatihan penggunaan multimedia pembelajaran yang sebenarnya sudah ada namun jarang atau tidak digunakan selama ini. Proses belajar pun berubah, kini anak-anak dapat belajar lebih banyak daripada duduk 8 jam di sekolah. Namun, pandemi juga memperlihatkan bahwa proses pembelajaran kita selama ini (sebelum pandemi) belum mempersiapkan peserta didik menjadi pembelajar mandiri. Kesulitan-kesulitan dalam proses belajar di awal pandemi pun terjadi. Peserta didik belum sepenuhnya memiliki karakter dan tanggung jawab yang baik ketika belajar secara daring. Guru-guru pun baru berkenalan dengan teknologi mengajar seperti zoom, google meet dan sebagainya. Pola mengajar diawal-awal pandemi hanya memindahkan ruang kelas biasa ke dalam zoom.
Beruntung BPK PENABUR menyiapkan berbagai program pelatihan yang menolong tenaga pendidik dan kependidikan terus berinovasi dan menjadikan mereka tetap mampu menginspirasi peserta didik di tengah situasi pandemi yang hampir 2 tahun dijalani. Perlahan-lahan komunitas BPK PENABUR beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat ini. Ditengah inovasi pembelajaran, BPK PENABUR juga menyiapkan peserta didik untuk memiliki karakter BEST (Be tough, Excel worlwide, Share with society, Trust in God). Berbagai kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara outdoor dikemas dengan secara online dengan inovasi-inovasi baru. Beberapa kegiatan pun berhasil diselenggarakan secara online seperti Talents Day, Lomba Catur, Bible Festival (kerjasama dengan LAI) dan sebagainya.
Bacaan 2 Petrus 1:3-8 dalam rangka tema HUT BPK PENABUR ke-72 kali ini ini adalah surat dari Rasul Petrus yang dari pengalaman sepanjang hidupnya berjumpa dengan Tuhan Yesus. Dalam suratnya, Petrus memberikan semangat kepada orang-orang Kristen perdana dalam situasi yang sedang mereka hadapi. Selain adanya pengajar-pengajar yang menyesatkan, mereka pun sedang mengalami penderitaan. dalam situasi itu, Petrus mengingatkan tentang kekayaan rohani yang mereka miliki dan juga apa yang akan mereka peroleh ketika mereka tetap bertahan dalam iman melewati berbagai situasi yang tidak mudah.
Melihat perjalanan Petrus dari seorang nelayan biasa yang menerima undangan Tuhan untuk ditransformasi menjadi penjala manusia (Rasul), kita melihat bagaimana Petrus belajar terus untuk berani berubah menjadi lebih baik dalam perjumpaannya dengan Tuhan. Tidak hanya satu kali Petrus menyerahkan diri dan seluruh hidupnya untuk ditransformasi seperti ketika pertama ia dipanggil oleh Tuhan dalam perjumpaannya dengan Tuhan itu. Berkali-kali sepanjang hidupnya, ia mengalami perjumpaan dengan Yesus sebagai Tuhan. Yang paling dramatis adalah ketika ayam berkokok dan Kristus berpaling memandang dia (Lukas 22:60-61). Ia merefleksikan sekaligus mengajarkan para pembaca surat bahwa anugerah Allah (ayat 3-4) yang diterima dengan iman harus menimbulkan usaha kuat untuk memberi nilai tambah pada iman (ayat 5-7). Hanya dengan begitu, dan dengan cara “berlimpah-limpah”, kita akan dibuat menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus (ayat 8). Melalui kegiatan “memberi nilai tambah terus-menerus” persembahan syukur (atau persembahan iman) itu berkembang menjadi “syukur senantiasa”, yaitu tingkat sempurna dari spiritualitas dalam Kristus. Dalam “syukur senantiasa” perjumpaan dengan Tuhan terjadi setiap saat dan dalam setiap dan semua konteks (bandingkan ungkapan-ungkapan lain dalam Alkitab seperti: doa senantiasa; sukacita senantiasa; dapat melihat Allah turut bekerja dalam segala sesuatu) yang membentuk Petrus memiliki karakter yang siap meneruskan tradisi mengajar Yesus.
Di dalam perjumpaan dengan Tuhan Yesus, Petrus belajar untuk melihat Tuhan, melihat diri, melihat kesempatan baru, melihat masa depan. Inilah kemampuan bervisi, melihat yang di permukaan tidak tampak, melihat di balik yang tampak, melihat yang tersembunyi oleh penghalang (dosa, kemandegan). Visi bukan cuma melihat ke depan. juga ke dalam diri, meraba kompetensi. Tapi juga melihat tembus diri, ke hati nurani di mana Roh Tuhan bekerja, mereguk kekuatan tak terbatas. Kuasa Tuhan yang penuh anugerah itulah yang memberi daya tembus penglihatan ke masa depan. Visi itu terkandung di dalam dan terlahir dari perjumpaan dengan Tuhan. Di dalam perjumpaan seperti itu juga misi diberikan oleh Tuhan dan diterima oleh manusia. Di luar perjumpaan dengan Tuhan, manusia tidak punya visi dan misi.
Visi harus diimplementasikan dalam aksi, proses itu dikenal dengan istilah Praxis ! Praxis adalah sebuah proses melekatkan Visi/Teori pada aksi, dan karena disebut proses maka perjalanan itu bukanlah perjalanan tanpa akhir !.
Selamat Ulang Tahun BPK Benapur
Selamat Berubah dalam Terang Kasih Allah !
Dirangkum dan Ditambahkan dari Bahan HUT BPK Penabur
Oleh: Pnt. Irving B N W Gultom
Download PDF
GKI Perumnas - Tangerang