Mau Pentakosta Nich... Yuk Cari Tahu Makna-Nya
30 Mei 2022
Pentakosta Menurut Tradisi Israel Kuno
Pentakosta merupakan hari raya pengucapan syukur atas hasil panen. Pada hari itu setiap laki-laki dari umat Israel diwajibkan untuk menghadap Tuhan di Yerusalem. Itulah sebabnya, ayat 5 mencatat “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa…” Pemaknaan ini merupakan kelanjutan dari hari raya Yahudi, yaitu pesta panen ketika mereka mengucap syukur atas hasil panen sebagai bentuk pemeliharaan Tuhan (Imamat 23:15-22, Ul 16:9-17).
Pada hari Pentakosta, setiap laki-laki dewasa Yahudi (menurut bangsa ataupun sebagai penganut), diwajibkan untuk datang ke Yerusalem. Seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:5, “waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.”. Mereka berasal dari berbagai negara, Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma (Kis 2:9-10).
Gereja mengungkapkannya melalui dekorasi gereja dengan menggunakan buah-buahan, sayuran dan roti serta diadakannya persembahan syukur tahunan sebagai bentuk pengucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan.
Pentakosta sebagai Awal Gereja
Dalam Perjanjian Baru, turunnya Roh Kudus ke atas orang-orang percaya memberi makna baru pada hari Pentakosta. Pentakosta menjadi titik balik dari hidup dan karya para murid Kristus. Jika sebelumnya, mereka dilanda ketakutan, kebimbangan, dan rasa tidak percaya diri.
Sejak hari Pentakosta, Roh Kudus memberi keberanian, meneguhkan iman, dan membangkitkan rasa percaya diri mereka. Alkitab mengatakan, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (ay. 4).
Ayat ini sangat menarik. Roh Kudus memenuhi para murid, Roh Kudus memberikan bahasa-bahasa, lalu para murid berbicara dengan bahasa-bahasa itu, dan memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang diperbuat Allah (ay. 11). Hal ini menunjukkan bahwa kesaksian adalah buah karya Roh Kudus sekaligus tanggapan orang percaya terhadap karya itu. Dalam Kesaksian itu, bukan hanya Roh Kudus yang berkarya, tetapi Roh Kudus melibatkan orang percaya sebagai mitra-Nya. Maka tepatlah bila dikatakan Pentakosta adalah awal mula Gereja Tuhan.
Kesimpulan
Kedua pemaknaan tersebut terus dihidupi Gereja Tuhan termasuk GKI, kedua pemaknaan itu mau menyimpulkan satu hal bahwa di momen Pentakosta adalah momen bersyukur atas Karya dan Kuasa Tuhan atas hidup kita. Karya Tuhan yang memberdayakan kita untuk hidup dan bersaksi.
Download PDF
GKI Perumnas - Tangerang